Semangat pagi… Hari ini saya akan sharing mengenai pelajaran dari beberapa guru saya yaitu “Selling with PRIDE”. Ilmu ini akan bermanfaat untuk teman-teman gunakan saat mengahadapi konsumen ataupun mitra bisnis, juga teman sejawat teman-teman.

Dilapangan teman-teman pernah mendapati atau melakukan menjual memaksa, kadang-kadang sampai kesal/jengkel dan membosankan.

Bicara tentang bagian dalam menjual selalu ingat dengan proses penjualan kita yang disebut dengan PRIDE. PRIDE adalah 5 Prinsip yaitu P-R-I-D-E. selain yang sebelumnya saya katakan kita harus bangga dalam menjual. Tapi Pride sendiri melalui sebuah proses.

Yang Pertama “P”. P disini adalah Prospecting. Bagaimana kita memahami, bagaimana kita mengenali konsumen kita, qualify tidak dengan produk kita. Prospecting ini apa, prospecting ini adalah menciptakan kesan pertama. Kesan pertama yang menggoda. Anda akan berusaha menciptakan Prespektif sebaik mungkin terhadap calon mitra Anda dengan Prospecting. Yang Perlu Anda pahami bagaimana pendekatan ke calon konsumen Anda. Kita juga pertama perlu qualify orang ini pas gak ya dengan produk kita. Kalau memang tidak cocok ya kita tidak usah menjual ke dia.

Berikutnya adalah Relating. Jangan lupa Relating dulu dong, Emosional, ciptakan suasana perasaan kondisi yang nyaman ketika orang interaksi dengan kita. Bagaimana anda membangun hubungan emosional Anda dengan calon konsumen Anda. Buat orang merasa nyaman, merasa enak. Kalau hubungannya tidak nyaman, bagaimana orang mau beli. Setelah konsumen merasa nyaman dengan Anda maka lanjut ke step berikutnya.

Yang Ketiga adalah Influencing. Influencing pun Ingat, jauh lebih gampang membujuk orang-orang dengan bertanya bukan dengan statement-statement kita. Kalau sudah merasa nyaman, orang lebih mudah untuk dipengaruhi. Pada waktu ketika influencing pun, jangan masuk langsung pada solusi, bertanyalah terlebih dahulu. “Kenapa sih ingin beli produk ini bu?” atau katakan, “Ibu kepikir gak bu, kalau sistem otomasi itu jauh lebih baik?”. Pertanyaan dan bukan statement. kalimat bertanya adalah kalimat bujukan yang luar biasa. Dengan ini Anda tidak perlu memaksa.

Yang Keempat adalah Decision Assisting. Saya menekankan kata Assisting, kenapa? karena tugas kita adalah membantu dia mengambil keputusan. bukan menjual memaksakan dia untuk membeli, tapi membantu dia untuk mengambil keputusan. Saya ingat ada salah satu trainer cerita saat ingin membeli mobil di show room, dan dia bilang, saya ingin membeli mobil, ada sales menjawab “Waduh Pak, maaf pak ya, kita disini kita tidak boleh menjual mobil ke bapak”, Wah kok bisa sih. “tugas kita disini adalah membantu bapak untuk membeli”.

Padahal intinya sama saja, tapi kalimat diatas kan luar biasa. apa bedanya? Beda secara semantik atau bahasa, membantu dan bukan menjual. berarti kalau saya membantu bapak untuk membeli, tugas saya untuk menolong, melayani, dan membantu membuat keputusan. makanya dikatakan Decision Assisting, tugas kita untuk membantu membuat keputusan.

Yang Kelima adalah Endless Servicing. Jangan Lupa hei, Seorang sales yang baik adalah juga costomer services yang baik. Jangan lupa untuk terus melayani, walaupun penjualan sudah selesai. Endless Servicing.

Kalau kita bisa menerapkan prinsip-prinsip diatas, menjual bukan hanya dimiliki orang-orang segelintir tertentu, maka menjual setiap dari kita bisa melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *