Semangat pagi… Hari ini saya akan sharing ilmu yang didapat dari guru saya tentang “Selling with Emotion”. Ilmu ini akan bermanfaat untuk teman-teman gunakan saat mengahadapi konsumen ataupun mitra bisnis, juga teman sejawat teman-teman.

Disini kita tidak akan fokus pada sisi-sisi teknis saja, namun kita fokus juga dengan emotional attachment nya. Karena ada teman-teman yang bagus penguasaan teknis produknya, namun masih saja kesulitan untuk Closing. Sampai calon konsumen atau calon mitra muntah atau neg untuk mendengarkan dia, tapi dia masih tidak sadar dan terus saja menjual.

Saya jadi teringat contoh sales terbaik di dunia yaitu Joe Girard, dimana dia mampu menjual 6 mobil tiap hari dan rutin selama 11 tahun. Jualnya per satu mobil lagi, bukan borongan. Dan masuk ke guinness book of world records car sales.

Dalam salah satu bukunya Joe Girard mengatakan bahwa setiap orang pada dasarnya bisa menjual kok. mungkin style kita yang berbeda-beda. Pertanyaannya apakah kita sudah sadar dengan style kita. Dari kesadaran ini bisa memupuk percaya diri kita. Percaya diri itu penting dalam penjualan. Ada prinsip yang mengatakan, “You sell yourself before you sell your product“. Jualah diri Anda sebelum jual produk Anda. Kalau Anda saja tidak yakin dengan yang Anda Jual, bagaimana ke orang lain. Mungkin kita menemui ada produknya yang belum siap, tapi orang tetap bisa menjual. Hal ini terjadi karena dia yakin, sehingga aura ini menular ke calon konsumen kita.

Lalu pertanyaannya, bagaimana mencari style yang paling tepat dan bagus untuk menjual?
Yang paling bagus adalah mencontoh dulu. kita meniru orang-orang yang sudah sukses menjual. makanya kalimat yang sering dipakai adalah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Amati orang-orang yang bagus menjual, dia melakukan pekerjaannya menjual dengan bagus, pendekatannya gimana sih, closingnya gimana sih, kemudian yang kedua adalah bagian yang meniru style orang-orang yang sudah sukses banyak menjual, tapi banyak yang berhenti di step meniru ini karena menyalahgunakan bagian yang ini. Yang paling penting yaitu modifikasi. karena banyak yang tidak pas dengan kita. Lakukan saja dan kemudian modifikasi sesuaikan dengan gaya diri Anda. Akhirnya Anda bisa menemukan style Anda sendiri.

Kemudian kita harus bisa mengelola diri kita, memotivasi diri kita, meskipun kita gagal dan dapat penolakan, kita gak boleh menyerah.

Dan kita harus bisa mengenali orang. Pertanyaan yang menarik adalah siapa Konsumen kita? Kita harus tahu memahami 4 jenis umum konsumen kita, Plagmatis (konsumen kalem, tenang), Sanguitis (Konsumen Heboh), Koleris (Harga diri Konsumen harus dijaga), atau Melankolis (Konsumen yang selalu bicara dengan logika). Ini pengenalan kita terhadap konsumen kita.

Yang penting berikutnya Bagaimana kita membangun hubungan, relationship kita, social skill kita dengan konsumen kita.

Kalau kita bisa menerapkan prinsip-prinsip diatas, menjual bukan hanya dimiliki orang-orang segelintir tertentu, maka menjual setiap dari kita bisa melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *